Bos PT Timah Ungkap Produksi Turun 3 Tahun Berturut-turut

dirut pt timah rapat di komisi vi dpr 169

dirut pt timah rapat di komisi vi dpr 169



dirut pt timah rapat di komisi vi dpr 169


Jakarta

Direktur Utama (Dirut) PT Timah Tbk Ahmad Dani Virsal mengungkapkan produksi timah turun tiga tahun berturut-turut. Imbasnya pendapatan perusahaan yang juga anjlok.

Alhasil pihaknya mencatat kerugian bersih hingga Rp 450 miliar pada tahun 2023 kemarin.

“Pendapatan kita jauh menurun karena produksinya juga jauh menurun. Produksi menurun ditambah parah lagi harga jual timah juga menurun sehingga pendapatan itu jomplang jauh sekali,” ujar Ahmad dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR, Selasa (2/4/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam paparannya, tercatat produksi bijih timah PT Timah pernah mencapai 24.670 ton di tahun 2021, kemudian turun di tahun 2022 menjadi hanya 20.079 ton. Di tahun 2023 produksi bijih timah menyentuh titik terendah di angka 14.855 ton saja.

Sementara itu, untuk produksi logam timah tercatat mencapai 26.465 metrik ton di tahun 2021, kemudian turun jauh di 2022 menjadi 19.825 metrik ton saja. Paling rendah di 2023 produksi logam timah cuma mencapai 15.340 metrik ton.

Nah bicara penjualan logam timah, turunnya juga cukup signifikan. Di tahun 2021 penjualan mencapai 26.602 metrik ton sementara di 2023 turun signifikan mencapai 14.385 metrik ton saja.

Ahmad bilang sebetulnya banyak masalah yang membuat produksi PT Timah anjlok selama 3 tahun ke belakang. Ada dua masalah utama menurutnya yang jadi masalah, pertama urusan dampak sosial pertambangan dan kedua urusan pemilihan opsi teknik pertambangan.

“Memang banyak masalah ya sebenarnya, ada masalah sosial, masalah social liaison to operate, metode penambangan, cara penambangan. Banyak secara teknis dan secara sosial juga banyak yang mesti diperbaiki untuk tingkatkan produksi,” papar Ahmad.

Ketika disinggung soal kasus korupsi tata niaga komoditas timah apakah membuat produksi PT Timah menjadi turun, Ahmad tak mau menjawab gamblang. Yang jelas urusan kasus korupsi yang terjadi yang jadi masalahnya adalah pola bisnis yang salah dan kini akan diperbaiki.

“Sebenarnya tata kelolanya ya, bukan hanya produksi tambang ilegal, tapi bagaimana flow of business pertimahan harus dikelola sesuai regulasi yang ada,” sebut Ahmad.

(hal/hns)


Direktur Utama PT Timah Tbk, Ahmad Dani Virsal, mengungkapkan bahwa produksi timah perusahaan tersebut turun selama tiga tahun berturut-turut, menyebabkan pendapatan juga menurun. Hal ini membuat PT Timah mencatat kerugian bersih hingga Rp 450 miliar pada tahun 2023. Produksi bijih timah dan logam timah menurun dari tahun ke tahun, dengan angka produksi mencapai titik terendah pada tahun 2023. Penjualan logam timah juga mengalami penurunan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Ahmad menyebut ada dua masalah utama yang menyebabkan penurunan produksi PT Timah, yaitu masalah sosial dan pemilihan opsi teknik pertambangan. Dia mengakui bahwa banyak hal teknis dan sosial yang perlu diperbaiki agar produksi bisa ditingkatkan. Meskipun disinggung tentang kasus korupsi tata niaga komoditas timah, Ahmad tidak memberikan jawaban yang gamblang. Namun, dia menegaskan bahwa pola bisnis yang salah telah menyebabkan masalah, yang kini sedang diperbaiki.

Ahmad juga menyatakan pentingnya pengelolaan yang sesuai dengan regulasi dalam bisnis pertambangan timah. Hal ini menunjukkan bahwa PT Timah telah mengalami beberapa kendala dalam operasional dan manajemen yang berkontribusi pada penurunan produksi dan pendapatan perusahaan. Dengan perbaikan yang tepat, diharapkan PT Timah dapat meningkatkan produksi dan kembali meraih keuntungan yang stabil.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top